9 KEUNGGULAN ESQ BUSINESS SCHOOL

  1. Metode SKI (Spiritual, Kreativitas, Intelektual)

Proses Pembelajaran di ESQ Business School menerapkan metode SKI. Metode ini menstimulus mahasiswa agar termotivasi belajar dari dalam dirinya atau disebut inside-out. Proses ini didahului dengan mencari jawaban atas alasan mengapa (why) mempelajari sebuah materi. Setelah alasan belajar dipahami, mahasiswa kemudian digugah dengan bagaimana (how) ilmu itu berguna di dalam kehidupan.

Stimulus yang diberikan bisa berupa permainan, story telling, dan simulasi. Ketika mahasiswa telah memahami why dan how (alasan dan manfaat) ia belajar, maka barulah mahasiswa mempelajari materi kuliah (what). Inilah metode belajar yang diterapkan di ESQ Business School.

 

  1. Kolaborasi Dosen, Mentor dan Trainer

Peran pengajar untuk memaksimalkan potensi mahasiswa sangat penting dan mendapat prioritas utama di ESQ Business School. Hal ini tergambar dari kolaborasi Dosen, Mentor dan Trainer yang dalam berbagai kesempatan mendidik mahasiswa.

Dosen memberikan materi dari aspek teori, Mentor memberikan best practice untuk penerapan materi di lapangan, dan Trainer melengkapi mental mahasiswa dalam hal pembentukan karakter dan public speaking.

 

  1. Training ESQ Full Level

Pendidikan saat ini lebih banyak menekankan mahasiswa agar cerdas dalam aspek intelektual, dalam arti mahasiswa disiapkan agar mampu melakukan pekerjaan sesuai kompetensinya. Namun agar mampu bekerja dengan berbagai dinamika dan keadaan, mahasiswa tidak cukup hanya punya kecerdasan intelektual saja. Kekuatan mental dan spiritual, menjadi pondasi kokoh yang menopang kesuksesan mahasiswa di kemudian hari.

Oleh karena itu, ESQ Business School membekali mahasiswanya dengan Training ESQ sampai dengan tingkat terakhir. Mulai dari Basic Personal Transformation, Mission and Character Building, Self Control and Collaboration hingga Training Total Action.

Dengan bekal training ESQ Full-Level ini diharapkan lulusan ESQ Business School menjadi orang-orang yang mampu bertahan di dalam berbagai keadaan.

 

  1. Mata kuliah karakter di setiap semester

Sebagai sekolah bisnis yang menekankan pada pendidikan karakter, proses pembentukan karakter disampaikan dalam berbagai bentuk. Mulai dari proses internalisasi sebelum kuliah dengan membaca values kampus, Asmaul Husna dan yel-yel. Kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar dengan metode SKI.

Selain itu, proses pembentukan karakter juga diberikan secara khusus dalam bentuk mata kuliah karakter di setiap semester. Salah satu materi utama dalam mata kuliah karakter ini adalah Meaning of Life, yang bertujuan mahasiswa mengerti betul tujuan untuk apa ia hidup dan diciptakan.

Dengan diberikannya mata kuliah karakter secara khusus, mahasiswa diharapkan memiliki karakter yang benar-benar matang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

 

  1. Pengembangan Diri melalui Anchor Project

Kepedulian terhadap sesama perlu ditanamkan sejak awal kepada mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi ESQ Business School untuk menciptakan pemimpin berkarakter yang mampu menciptakan perubahan kepada masyarakat.

Kepedulian terhadap sesama tersebut ditanamkan dalam sebuah program yang disebut anchor project, yaitu sebuah program yang dirancang untuk pengembangan masyarakat (community development).

Dalam program ini, mahasiswa diterjunkan di tengah masyarakat untuk berinteraksi dan berkontribusi menyelesaikan masalah yang ada di dalam masyarakat tersebut. Pengalaman mahasiswa dalam program ini akan memberikan kesan yang mendalam pada dirinya untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap keadaan masyarakatnya .

 

  1. Penilaian Core Values secara periodik

Menjadi lulusan yang berkarakter dengan nilai-nilai 165 (ihsan, iman dan islam) adalah tujuan dari ESQ Business School. Untuk memantau proses penanaman nilai-nilai tersebut, maka perlu dilakukan penilaian secara periodik kepada mahasiswa.

Penilaian tersebut difokuskan pada Core Values ESQ Business School atau nilai-nilai inti yang selalu didengung-dengungkan yaitu : Integrity, Passion, Creativity, Hummility dan Professionalism.

Lima nilai inti inilah yang terus dilihat perkembangannya sehingga sejak awal perkembangan karakter mahasiswa bisa dipantau dengan baik.

 

  1. Lingkungan Kampus dengan Atmosfir Bisnis

Salah satu tujuan Founder ESQ Business School, Bapak Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian mendirikan kampus ini adalah untuk mencetak wirausaha-wirausaha berkarakter. Mengingat agar sebuah bangsa bisa maju setidaknya diperlukan 2% dari penduduknya yang berprofesi sebagai wirausaha.

Inilah kontribusi yang ingin diberikan ESQ Business School kepada bangsa ini, mencetak banyak wirausaha berkarakter. Sehingga diperlukan lingkungan yang sejak awal sudah dikondisikan bernuansi bisnis.

Kampus ESQ Business School memang didisain dengan atmosfir bisnis. Mulai dari pintu masuk akses gedung dan lift serta ruang meeting dan diskusi semuanya bernuansa bisnis. Dengan lingkungan yang sudah terasa kental suasana bisnisnya ini, mahasiswa sejak awal sudah terbiasa untuk memiliki jiwa wirausaha.

 

  1. Sertifikasi Profesional

Kecakapan kompetensi yang dimiliki seseorang dalam meniti karirnya perlu ditunjang dengan adanya sertifikasi profesional. Selain untuk meningkatkan skill dan knowledge mahasiswa, sertifikasi juga menunjukkan pengakuan secara formal terhadap kemampuan mahasiswa yang bisa diterima secara nasional maupun internasional.

Beberapa sertifikasi yang diberikan kepada mahasiswa diantaranya sertifikasi Teknologi Informasi dari Oracle Academy, Sertifikasi dari Internet Marketing dan Sertifikasi dari beberapa industri bisnis dan manajemen.

Dengan sertifikasi yang dimilikinya, mahasiswa akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahkan sebelum ia lulus untuk dapat diterima dengan baik di dunia usaha maupun profesional, di dalam maupun di luar negeri.

 

  1. Peluang Usaha dan Kesempatan Kerja di Jaringan ESQ

ESQ telah berkiprah selama 17 tahun dalam membangun karakter bangsa dan rakyat Indonesia melalui training-training yang diberikan baik secara publik kepada masyarakat maupun inhouse kepada perusahaan dan organisasi.

Dalam perjalanannya tersebut, tidak kurang dari 1,4 juta alumni telah tersebar di seluruh Nusantara maupun negeri tetangga. Begitu pun ratusan perusahaan telah bermitra dengan ESQ yang dipercaya untuk membentuk karakter karyawannya.

Dengan besarnya jumlah alumni dan jaringan ESQ tersebut, lulusan ESQ Business School dapat berinteraksi ke dalam komunitas jaringan ESQ tersebut untuk mendapatkan peluang usaha atau kesempatan bekerja. Bahkan selama ini telah banyak perusahaan dari mitra ESQ yang mengharapkan lulusan ESQ Business School untuk dapat membantu bekerja di perusahaan mereka bahkan sebelum lulus kuliah.

Sebagian besar perusahaan tersebut mencari lulusan-lulusan yang memiliki karakter yang baik terutama karakter integritas (kejujuran) yang saat ini sudah sulit untuk didapatkan.