Gallery Investasi

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk dapat menjadi pusat bagi perkembangan produk investasi berbasis syariah, baik di tingkat global maupun regional sebagaimana. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan produk investasi syariah, khususnya produk pasar modal menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan.

Bahkan, hingga akhir 2015 lalu, pertumbuhan pangsa pasar saham syariah lebih dominan dibandingkan dengan non-syariah. Dilihat dari sisi produk, jumlah saham syariah tercatat 318 saham atau 61 persen dari total kapitalisasi pasar saham Indonesia.

Selain itu, jumlah saham syariah pada sepanjang 2015 meningkat 34 persen menjadi 318 saham sejak Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) diluncurkan pada 2011.

Peluang yang sangat besar ini ternyata belum dapat dimanfaatkan dengan baik oleh investor dalam negeri. Dari seluruh investasi di Indonesia, 65% diantaranya dikuasai oleh asing. Hanya 35% yang dikuasai oleh investor dalam negeri.

Oleh karena itulah, ESQ Business School  membuka Gallery Investasi Syariah untuk mulai mendidik para mahasiswanya untuk menjadi investor muda. Gallery ini juga dibuka untuk masyarakat umum yang ingin menginvestasikan dananya ke saham-saham syariah.

Besar dana di awal yang dibutuhkan untuk memulai menjadi investor di Gallery Investasi Syariah ESQ Business School ini sangat terjangkau. Investor dapat memulai investasi dengan besaran 100 ribu rupiah.

Diharapkan dengan hadirnya Gallery Investasi Syariah ini akan lahir investor-investor muda yang di kemudian menjadi tuan di negeri sendiri.